Gemar Membaca

Kecintaan membaca merupakan salah satu fakfor kesuksesan anak. Sayangnya masih sedikit orang tua yang menyadari dan menumbuhkan kecintaan membaca pada anak. Orang tua berpikir dengan menyediakan banyak bacaan  dapat menumbuhkan kecintaan membaca anak. Padahal kunci pertama dan terutama dalam menumbuhkan kecintaan membaca anak adalah dengan membacakan cerita bagi anak secara rutin dan sistematis. Ketersediaan buku yang bervariasi akan berdampak positif bila kecintaan membacanya sudah muncul.   Anak membutuhkan orang tua untuk menjembatani dengan membacakan buku. Dengan membacakan, orang tua memperkenalkan kata-kata baru. Namun tujuan utama membacakan adalah membangun kecintaan membaca pada anak, bukan untuk membangun pengetahuan anak. Setelah ada kecintaan membaca, barulah pengetahuan terbangun. Urutan tersebut tidak dapat dibalik. Dan kecintaan membaca umumnya terbangun dari buku cerita.   Mengapa buku cerita bagi anak lebih baik dibandingkan buku pengetahuan? Buku cerita lebih menyentuh hati dibandingkan pengetahuan sehingga kesan yang ditinggalkannya pun lebih dalam dan membekas lebih lama. Selain itu, membacakan buku cerita menolong anak lebih siap mengarungi hidup, karena berbagai cerita pengalaman yang dapat inspirasi nilai hidup, misalnya keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi kesulitan. Lagipula, cepat atau lambat, anak pasti akan bertemu dengan buku pengetahuan di sekolah, namun belum tentu anak dapat bertemu dengan buku cerita yang dapat menanamkan nilai-nilai hidup, di sekolah. Beberapa Pedoman Membacakan Untuk Anak Jangan dipaksakan. Jadikan membacakan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jangan terpaku pada teks atau tulisan. Usahakan agar kegiatan membacakan tersebut bersifat interaktif, tanyakan pendapat anak dengan sedikit pertanyaan, sehingga tidak menimbulkan persepsi pada anak bahwa tujuan orang tua membacakan buku adalah untuk menguji...

Bermain Imaginasi Bagi Balita

Bermain tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak-anak. Bermain meningkatkan perkembangan motorik kasar maupun halus, kognitif, emosi maupun keahlian sosial anak serta merupakan cara yang efektif bagi anak untuk memahami realita hidup serta mengatasi stres. Namun permainan yang bersifat bullying dan membahayakan tentunya perlu dicegah. Salah satu bentuk permainan yang disukai adalah BERIMAGINASI. Berimaginasi pada balita bersifat lintas gender. Yang membedakan adalah tema imaginasinya. Balita laki-laki condong pada tema agresif seperti perang atau balap mobil. Sedang balita wanita lebih condong kepada tema domestik yang melibatkan berbagai aktivitas rutin seperti memasak atau bertamu. Permainan imaginasi menolong balita menyalurkan keinginan mereka melakukan hal-hal yang sulit ataupun tidak dapat mereka lakukan. Fungsi lain imaginasi bagi balita adalah sebagai sarana menginternalisasikan makna kehidupan melalui simbolisasi dalam berimaginasi. Misalnya, ketika dua anak balita perempuan memainkan dua boneka yang diberi peran sebagai kakak adik. Kedua boneka tersebut diberi pakaian serupa dan bergandengan tangan. Dengan melakukan hal tersebut, kedua balita perempuan tersebut sedang memainkan simbolisasi tentang makna menjadi kakak-adik, yaitu menyerupai satu sama lain dan memiliki hubungan yang dekat satu sama lain. Berimaginasi juga berfungsi sebagai sarana self-help bagi balita dalam konteks tertentu. Balita yang sulit menerima perubahan dalam hidupnya akibat kehadiran adiknya yang baru lahir, dapat ditolong dengan memainkan peran imaginatif sebagai orangtua dengan boneka sebagai adik bayi. Permainan imaginasi sangat penting dikembangkan dalam kehidupan balita, mari kita mendorong balita kita untuk mengasah kemampuannya melakukan permainan...