Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak

Seks dalam arti luas memiliki beberapa makna. Yang pertama adalah pengkategorian wanita dan pria. Yang kedua adalah karakter kepriaan dan karakter kewanitaan. Yang terakhir adalah hubungan suami istri. Pada masa modern ini, sangat penting bagi orang tua untuk berperan aktif dalam mengajarkan anak tentang seks, karena bila tidak peran itu akan diambil oleh berbagai sumber informasi lain yang belum tentu positif dampaknya bagi anak.   Sebenarnya cukup banyak hal-hal dasar terkait seks (dalam makna luas) yang perlu diajarkan kepada anak. Tapi dari semuanya, yang terpenting adalah membangun persepsi bahwa seks bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan dengan orang tua dan bahwa seksualitas manusia adalah karunia yang patut disyukuri. Bagaimana cara membangun persepsi tersebut?   Salah satu caranya, dengan bermain tebak-tebakan nama ilmiah anggota tubuh, termasuk anggota tubuh yang menjadi karakter seksualitas anak. Ketika anak sudah bisa menyebutkan nama ilmiah alat kelaminnya dengan benar dan tidak canggung, orang tua dapat melatih anak untuk mengucapkan kalimat bersyukur yang sederhana karena telah dikaruniakan alat kelamin yang berfungsi baik. Dengan demikian anak akan memandang seksualitasnya memang sebagai anugerah Sang...

Trauma Pada Anak

Trauma adalah penyimpanan emosi negatif yang tidak tertangani dengan baik. Trauma dapat menciptakan dampak negatif jangka panjang. Trauma dapat dialami oleh manusia di segala umur, termasuk oleh janin yang masih di dalam kandungan. Kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan trauma pada anak, antara lain : Jatuh. Kecelakaan. Tindakan medis. Sesak napas. Hampir tenggelam Perpisahan yang mendadak. Bencana alam Mengalami kekerasan. Digigit binatang Menyaksikan kejadian mengerikan. Semakin kecil usia anak, semakin rentan terhadap trauma, sedang anak yang pernah trauma biasanya memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap trauma yang lain. Ciri-ciri anak yang mengalami trauma Rewel Mudah menangis Pola makannya berubah. Tubuh menjadi kurang seimbang Penurunan kemampuan. Kunci untuk menghindari atau meminimalkan trauma pada anak adalah dengan mengijinkan anak mengeluarkan emosi negatif.   Bila anak sudah terlanjur trauma, peran orang tua menjadi seperti plester. Plester hanya pelindung luka tubuh, dan tidak menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah tubuh itu sendiri. Demikian pula, yang dapat menyembuhkan trauma seorang anak adalah anak itu sendiri. Namun, bila trauma masih berkepanjangan, maka sangat disarankan untuk membawa anak ke psikolog atau konselor agar dapat ditangani secara...