Mengasuh Anak Adopsi

mengasuh-anak-adopsiMengasuh anak adopsi, dalam banyak hal, berbeda dengan mengasuh anak biologis. Namun, di sisi lain, dalam mengasuh anak adopsi, orangtua juga akan mengalami sukacita, kesedihan serta tantangan yang serupa dengan mengasuh anak biologis. Menyeimbangkan berbagai perbedaan dan kesamaan tersebut tidaklah mudah, namun sangat penting agar anak berkembang dengan baik. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua yang mengadopsi anak untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi terhadap perkembangan anak.

 

  1. Mengetahui kondisi klinis dan sosial yang dialami anak sebelum masa adopsi, termasuk kondisi ketika ia masih dalam kandungan serta ketika dilahirkan.
  2. Mengetahui berbagai rutinitas yang dijalani anak dari orang di sekitarnya. Misalnya, mengusahakan rutinitas yang sama, menyediakan jenis makanan dan susu yang serupa ataupun tetap memakai botol susu dan peralatan makan yang ia pakai sebelumnya.
  3. Membawa serta pakaian dan selimut yang dipakai anak sebelum masa adopsi. Hal ini penting, terutama bagi anak berusia tiga tahun ke bawah, karena bau yang diterima oleh indra penciuman akan diproses oleh bagian otak yang terkait dengan emosi. Bau yang familiar biasanya akan memberikan perasaan aman dan nyaman pada anak, sehingga memuluskan masa adaptasinya.
  4. Membangun ikatan emosi, dimana sistem fisiologis, psikologis dan perilaku mereka menjadi tersinkronisasi satu sama lain (Tiffany Field, 1985). Ikatan emosi yang positif merupakan dasar bagi pembentukan kemampuan anak untuk belajar. Bila selama berbulan-bulan anak terus mengindikasikan bahwa ia tidak dapat menikmati hubungan dengan orangtua, walaupun orangtua sudah mengusahakan berbagai hal, orangtua perlu mewaspadai adanya gangguan perkembangan ataupun gangguan emosional pada anak, akan baik bila orangtua meminta bantuan professional dari psikolog ataupun konselor.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *