Membangun Kepercayaan Diri Anak (2)

ellen-cara-membangun-kepercayaan-diri-anakBila pengalaman hidup anak secara umum membuat ia merasa dikasihi dan diterima, maka kemungkinan besar anak akan merasa berharga, sehingga tidak terlalu bergantung kepada konfirmasi dan penerimaan orang lain untuk mendefinisikan dirinya. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk membangun kepercayaan diri anak, khususnya balita :

  • Menerima dan menghargai anak, sebagaimana adanya, serta berusaha memahami sudut pandang anak bila terjadi perbedaan pendapat.
  • Menyemangati anak bila ia menghadapi tantangan, termasuk tantangan yang menurut orangtua mudah untuk diatasi, berikan pujian saat anak berhasil mengatasinya, atau buat perayaan kecil untuk itu.
  • Meletakkan ekspektasi yang realistis terhadap anak. Jangan terlalu rendah agar anak terus terkondisi untuk berkembang, dan jangan terlalu tinggi sehingga anak sangat sulit untuk mencapainya.
  • Menanamkan dalam diri anak bahwa kesalahan dan kegagalan merupakan hal yang wajar dalam hidup, dan dapat menjadi batu loncatan menuju keberhasilan bila dimanfaatkan sebagai pelajaran di kesempatan lain.
  • Mengucapkan kata-kata yang mengekspresikan perasaan kasih orangtua kepada anak, misalnya, “Mama / Papa sayang sekali sama kamu”. Pengucapan kata tersebut disertai komunikasi non-verbal (intonasi suara, ekspresi wajah dan bahasa tubuh) yang mendukung agar tidak ambigu, umumnya anak akan lebih mempercayai komunikasi non-verbal orangtua.

Untuk membangun kepercayaan diri anak, tidak pernah ada kata “terlambat”, karena kepercayaan diri adalah sesuatu yang dapat dipelajari di usia berapa pun. Namun bila orangtua merasa tingkat keercayaan diri anak sangat rendah dan sulit dikembangkan, dapat berkonsultasi dengan konselor ataupun psikolog.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *