Mengelola Kemarahan Terhadap Anak

ellen-mengelola-kemarahan-terhadap-anakPada umumnya orangtua memiliki keinginan untuk memperlakukan anaknya dengan sikap menghargai dan tenggang rasa, sebagaimana mereka memperlakukan orang dewasa lainnya. Namun pada kenyataannya, banyak orangtua yang ketika menghadapi anak yang tidak menurut, menjadi terbawa emosi. Dalam kondisi demikian, orangtua biasanya akan menaikkan nada suaranya dan memberikan ultimatum kepada anak, bahkan sampai memukul sang anak. Kemarahan biasanya muncul bila ada harapan atau ekspektasi yang tidak terpenuhi.

Dampak Negatif Kemarahan

  1. Dalam konteks jangka panjang, kemarahan tidak menolong anak untuk belajar memilih apa yang baik dan benar.
  2. Saat orangtua mengekspresikan kemarahan pada anak akibat perilaku anak yang tidak pada tempatnya, orangtua sebenarnya sedang memfokuskan pikiran dan perhatiannya kepada sang anak. Pemberian perhatian yang penuh ini, walaupun dalam bentuk yang tidak menyenangkan, dalam beberapa kasus, justru dapat mendorong anak untuk terus melakukan perbuatan tersebut.
  3. Beberapa penelitian telah mengindikasikan bahwa kemarahan mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir. Oleh karena itu, bila orangtua dikuasai oleh perasaan marah, maka kecil kemungkinan ia dapat mengkomunikasikan dengan efektif apa yang ia ingin anaknya pelajari dan malah menimbulkan luka dalam hati anak.
  4. Anak memodel apa yang orangtua lakukan. Walaupun orangtua berulang-ulang memberikan nasihat kepada anak untuk mengelola perasaan marahnya dengan baik, kemungkinan besar anak akan meniru pola ekspresi kemarahan yang tidak terkendali yang dicontohkan oleh orangtua.

Sebagai orang dewasa, orangtua memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan anak untuk mengelola perasaan marah. Tentu saja, sebagai manusia, pasti akan ada saat dimana orangtua gagal mengelola perasaan marahnya dengan baik. Bila hal tersebut terjadi, orangtua tidak perlu terlalu berkecil hati. Selama kegagalan tersebut tidak dominan, kegagalan itu tidak akan menjadi penghalang yang besar bagi anak untuk belajar mengelola perasaan marahnya.

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *