Meresponi Pertanyaan Anak Terkait Kematian

Kepergian anggota keluarga yang dikasihi untuk selamanya merupakan suatu peristiwa yang umumya membawa dampak emosional yang intens. Beberapa individu yang mengalami hal tersebut merasakan kesedihan yang mendalam, ada yang merasa marah kepada Tuhan karena mengijinkan peristiwa itu terjadi, dan sebagainya. Fenomena itu terjadi pada berbagai golongan usia, termasuk pada anak-anak.

Pertanyaan banyak orangtua adalah bagaimana cara yang tepat untuk merespon pertanyaan sang anak. Respon yang ideal adalah memberitahukan hal yang sebenarnya untuk menghindari anak mengalami dua kali kehilangan, pertama kehilangan keberadaan orang yang dikasihinya melalui kematian, dan kedua, kehilangan kepercayaan kepada orangtua yang telah membohonginya.

Tentunya, tingkat kedetailan informasi yang disampaikan perlu disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, ketika anak berusia 6 tahun menanyakan penyebab kematian ibunya, seringkali penjelasan bahwa hal tersebut dikarenakan penyakit ibunya semakin parah dan tidak bisa disembuhkan lagi (bila memang faktanya demikian), sudah cukup bagi sang anak.

Orangtua juga perlu menolong anak untuk memahami bahwa ketika ia kehilangan orang yang dikasihinya, perasaan marah pada Tuhan merupakan perasaan yang cukup umum muncul, dan perasaan tersebut biasanya akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.

Dengan mengetahui pertanyaan yang umum ditanyakan oleh anak terkait kematian, orangtua dapat mempersiapkan respon yang relatif tepat. Hal tersebut menolong meminimalkan perasaan khawatir yang tidak perlu dalam diri anak.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *