Peranan Self-talk Orangtua dalam Mendidik Anak (2)

Proses memeriksa self-talk dapat dimulai dengan mengidentifikasi satu peristiwa dimana orangtua tidak berhasil menangani perilaku sulit anak. Misalnya, ketika anak tantrum di tempat umum, orangtua berpikir “Saya bukan ibu yang baik, saya tidak bisa mendidik anak untuk berperilaku baik di tempat umum. Sepertinya di kemudian hari saya harus menghindari membawa anak ke tempat umum”. Maka hasilnya kesempatan anak berlatih mengelola perilakunya di tempat umum, semakin minim.

Biasanya aplikasi teknik distraksi akan menolong orangtua untuk terlepas dari pikiran negatif. Distraksi maksudnya mengalihkan fokus perhatian dari pikiran negatif yang muncul terkait suatu peristiwa, dengan cara :

  • Bernyanyi
  • Menuliskan pikiran negatif yang muncul di sepotong kertas, lalu membuang kertas itu
  • Mengulang-ulang kalimat positif yang relevan, misalnya “Keadaan akan menjadi lebih baik”

Ada baiknya sebelum perilaku sulit anak terjadi lagi, orangtua sudah memikirkan dan memutuskan teknik distraksi mana yang akan dicobanya untuk mengintervensi bila pikiran negatif muncul. Bila orangtua telah berhasil melakukannya, maka langkah berikutnya adalah melakukan teknik intervensi permanen, sbb :

  1. Siapkan waktu untuk memproses pikiran negatif.
  2. Identifikasi pikiran negatif apa yang muncul.
  3. Daftarkan hal-hal yang mendukung pikiran tersebut.
  4. Cari alternatif penjelasan terhadap perisitiwa tersebut, yang bersifat positif.
  5. Daftarkan hal-hal yang mendukung pikiran positif, untuk menghindari menipu diri sendiri.

Dengan melakukan hal-hal di atas, diharapkan orangtua akan bisa mengganti pikiran negatifnya dengan pikiran yang positif, sehingga orangtua terhindar dari tindakan-tindakan yang negatif

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *