Bermain Imaginasi Bagi Balita

Bermain tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak-anak. Bermain meningkatkan perkembangan motorik kasar maupun halus, kognitif, emosi maupun keahlian sosial anak serta merupakan cara yang efektif bagi anak untuk memahami realita hidup serta mengatasi stres. Namun permainan yang bersifat bullying dan membahayakan tentunya perlu dicegah.

Salah satu bentuk permainan yang disukai adalah BERIMAGINASI. Berimaginasi pada balita bersifat lintas gender. Yang membedakan adalah tema imaginasinya. Balita laki-laki condong pada tema agresif seperti perang atau balap mobil. Sedang balita wanita lebih condong kepada tema domestik yang melibatkan berbagai aktivitas rutin seperti memasak atau bertamu. Permainan imaginasi menolong balita menyalurkan keinginan mereka melakukan hal-hal yang sulit ataupun tidak dapat mereka lakukan.

Fungsi lain imaginasi bagi balita adalah sebagai sarana menginternalisasikan makna kehidupan melalui simbolisasi dalam berimaginasi. Misalnya, ketika dua anak balita perempuan memainkan dua boneka yang diberi peran sebagai kakak adik. Kedua boneka tersebut diberi pakaian serupa dan bergandengan tangan. Dengan melakukan hal tersebut, kedua balita perempuan tersebut sedang memainkan simbolisasi tentang makna menjadi kakak-adik, yaitu menyerupai satu sama lain dan memiliki hubungan yang dekat satu sama lain.

Berimaginasi juga berfungsi sebagai sarana self-help bagi balita dalam konteks tertentu. Balita yang sulit menerima perubahan dalam hidupnya akibat kehadiran adiknya yang baru lahir, dapat ditolong dengan memainkan peran imaginatif sebagai orangtua dengan boneka sebagai adik bayi. Permainan imaginasi sangat penting dikembangkan dalam kehidupan balita, mari kita mendorong balita kita untuk mengasah kemampuannya melakukan permainan imaginasi.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *