Gadget dan Balita

Balita  belajar dengan mencontoh yang mereka lihat, termasuk tontonan di depan layar, baik televisi, komputer, tablet maupun telepon genggam.

Rata-rata balita menghabiskan waktu 3,5 jam per hari di depan layar, sedangkan aktivitas fisik hanya 60 menit seminggu.

Sehingga banyak balita yang mengalami obesitas.

Kesadaran orangtua menyeleksi tontonan anak memang semakin besar, namun ternyata iklan komersial televisi juga perlu diseleksi, khususnya dalam hal preferensi makanan.

Iklan komersial televisi untuk balita adalah kebanyakan iklan makanan bernutrisi rendah yang tinggi sodium, lemak, gula, serta rendah serat, mineral dan vitamin yang diperlukan anak.

Karena keterbatasan berpikirnya, anak mempercayai pesan iklan yang ditontonnya. Sehingga persepsi balita akan makanan sehat dan kebiasaan makan sehat makin menurun, sedang konsumsi makanan rendah nutrisi meningkat. Akibatnya resiko obesitas dan kerusakan gigi meningkat, keterbatasan pencapaian akademik di usia sekolah, bahkan meningkatnya resiko diabetes, penyakit jantung dan kanker, ketika anak balita tersebut telah menjadi dewasa.

Karena itu, kontrol orangtua sangatlah penting bagi perkembangan kesehatan anak. Perhatikan keseimbangan kontrol dan kasih, agar hubungan orangtua  anak tidak didominasi oleh konflik. Balita akan termotivasi mengikuti aturan orangtua bila hubungan anak  orangtua hangat. Kehangatan hubungan orangtua  anak akan menolong anak untuk berkembang dengan baik, termasuk dalam persepsi dan perilaku terkait kesehatan.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *