Trauma Pada Anak

Trauma adalah penyimpanan emosi negatif yang tidak tertangani dengan baik. Trauma dapat menciptakan dampak negatif jangka panjang. Trauma dapat dialami oleh manusia di segala umur, termasuk oleh janin yang masih di dalam kandungan.

Kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan trauma pada anak, antara lain :

  1. Jatuh.
  2. Kecelakaan.
  3. Tindakan medis.
  4. Sesak napas.
  5. Hampir tenggelam
  6. Perpisahan yang mendadak.
  7. Bencana alam
  8. Mengalami kekerasan.
  9. Digigit binatang
  10. Menyaksikan kejadian mengerikan.

Semakin kecil usia anak, semakin rentan terhadap trauma, sedang anak yang pernah trauma biasanya memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap trauma yang lain.

Ciri-ciri anak yang mengalami trauma

  1. Rewel
  2. Mudah menangis
  3. Pola makannya berubah.
  4. Tubuh menjadi kurang seimbang
  5. Penurunan kemampuan.

Kunci untuk menghindari atau meminimalkan trauma pada anak adalah dengan mengijinkan anak mengeluarkan emosi negatif.

 

Bila anak sudah terlanjur trauma, peran orang tua menjadi seperti plester. Plester hanya pelindung luka tubuh, dan tidak menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah tubuh itu sendiri. Demikian pula, yang dapat menyembuhkan trauma seorang anak adalah anak itu sendiri. Namun, bila trauma masih berkepanjangan, maka sangat disarankan untuk membawa anak ke psikolog atau konselor agar dapat ditangani secara profesional.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *