Alam Sebagai Alternatif Hiburan Elektronik #Cara Mendidik Anak

Memiliki anak sesungguhnya adalah suatu anugrah. Namun seringkali fakta tersebut terlupakan oleh banyak orangtua akibat tekanan pekerjaan yang sangat menyita waktu dan perhatian. Akibatnya, baik waktu maupun kapasitas fisik dan emosi yang tersedia untuk anak menjadi sangat minim. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu cara yang seringkali ditempuh oleh orangtua adalah membelikan berbagai hiburan elektronik bagi anaknya, baik berupa televisi, DVD player ataupun berbagai peralatan game elektronik. Akibatnya, anakpun menghabiskan waktu lebih banyak bersama berbagai hiburan elektronik dibandingkan bersama dengan orang tua.

Satu-satunya cara yang efektif untuk menanggulangi pengaruh buruk hiburan elektronik, adalah dengan membatasi paparan anak terhadapnya. Namun pembatasan tersebut tentunya perlu dibarengi dengan kesediaan orangtua untuk menolong anak mencari alternatif sarana hiburan lainnya yang bersifat konstruktif, namun tetap menarik bagi mereka.

Salah satu kegiatan bersama anak yang dapat menjadi alternatif yang konstruktif dari hiburan elektronik adalah kegiatan yang berhubungan dengan alam. Kegiatan yang berkaitan dengan alam sangat bersifat edukatif karena dapat menolong anak untuk lebih mengenali lingkungan sekitarnya. Banyak hal yang bisa dilakukan terkait itu. Orang tua dapat membawa anak untuk mengunjungi kebun binatang, peternakan sapi, ataupun ke pedesaan bisa juga berjalan-jalan di taman dekat rumah sambil memperhatikan matahari terbenam, memperhatikan kupu-kupu keluar dari kepompongnya, ataupun mengamati induk burung memberi makan anaknya. Menolong anak untuk lebih mendalami kasih dan kebesaran Sang Pencipta dan menjadi lebih dekat denganNya.

Memang, melakukan aktivitas-aktivitas tersebut memerlukan waktu dan perhatian yang lebih dibandingkan dengan sekedar membelikan dan membiarkan anak menyibukkan dirinya sendiri dengan berbagai hiburan elektronik. Namun, tidak dapat disangkali bahwa untuk dapat menjadi orangtua yang baik selain memerlukan banyak doa, juga diperlukan kesabaran serta kerja keras. Dan sesuai hukum alam, tuaian umumnya berimbang dengan apa yang ditaburkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*