Anak dan Kematian Anggota Keluarga #Konseling

anak & kematian keluargaSetiap orang pasti akan meninggal dunia, namun tidak jarang ketika pasangan ataupun salah seorang anak dalam keluarga dipanggil Tuhan, orangtua yang ditinggalkan tidak siap dan bingung bagaimana menjelaskan hal tersebut kepada anaknya yang belum dewasa. Akibatnya, dalam konteks demikian, tidak sedikit orangtua menghindari pembicaraan tersebut ataupun membohongi anak dengan tujuan menghibur anak.

Akan lebih baik bila anak diberikan penjelasan apa adanya secara sederhana. Misalnya, orangtua perlu menjelaskan kepada anak bahwa kematian bukanlah sesuatu yang bisa dibalikkan sehingga orang yang telah meninggal tidak dapat hidup kembali.

Idealnya orangtua menyampaikan dengan jujur bahwa ia tidak tahu jawabannya dan menawarkan kepada anak untuk bersama-sama mencari tahu. Dengan demikian, orangtua menunjukkan bahwa ia menghargai dan memandang penting pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam diri anak terkait meninggalnya orang yang dikasihinya.

Tidak jarang seorang anak berduka secara bertahap dan menunjukkan reaksi duka yang berbeda-beda, sesuai dengan tahap perkembangan kognitif dan emosionalnya. Karenanya, orangtua perlu meresponi anak yang sama dengan cara yang berbeda, seiring perkembangan usia anak tersebut. Ada kemungkinan anak tidak siap dan memerlukan jeda waktu untuk dapat mengekspresikan emosinya dan tidak ingin membicarakannya. Hal ini umumnya terjadi bila kematian tersebut menimbulkan trauma dalam diri anak. Dalam kasus demikian, orangtua sebaiknya tidak memaksa anak untuk berbicara tentang perasaanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*