Balita Dan Permainan Imaginasi #Cara Mendidik Anak

ellen, balita & permainan imaginasiKegiatan bermain merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidu­pan anak-anak dan sangat positif bagi perkembangannya. Selain meningkatkan perkembangan motorik kasar/halus, dan kognitif, kegiatan bermain juga membantu mengendalikan emosi dan meningkatkan keahlian sosial anak. Oleh karena itu, anak sebaiknya didorong dan diberi kesem­patan seluas mungkin untuk bermain.

Tentunya tidak semua bentuk permainan baik. Bentuk-bentuk per­mainan yang yang bersifat bullying maupun permainan yang membahayakan anak seperti perlu dicegah. Semakin anak menjadi dewasa, umumnya kegiatan bermainnya juga berkem­bang menjadi semakin kompleks, terorganisir dan semakin banyak melibatkan unsur pencapaian, seperti kegiatan membaca, menonton film ataupun mengunjungi museum. Sebaliknya, ketika anak masih sangat belia permainan mereka akan didominasi oleh imajinasi.

 

Karak­ter ini terutama terlihat pada balita. Ketika balita menggambar misalnya, seringkali yang menjadi fokus adalah ekspresi imajinasi yang ada dalam pikirannya, bukan bagus atau tidaknya gambar yang dihasilkan. Dominasi permainan imajinasi pada balita bersi­fat lintas gender. Balita laki-laki biasanya condong kepada tema-tema yang bersifat agresif seperti tema perang atau balap mobil, sedang balita perempuan condong pada tema domestik yang melibatkan berbagai aktivi­tas rutin seperti memasak atau bertamu. Permainan imajinasi membuat balita menyalurkan keinginan mereka untuk melakukan hal-hal sulit yang tak bisa mereka lakukan, misalnya menyetir mobil, memukul adiknya, mengatur orang yang lebih tua darinya, memahami hal-hal yang berada di luar jangkauan mereka, seperti dinosaurus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*