Ketika Anak Membangun Keluarganya Sendiri #Konseling

Ketika anak menjadi dewasa serta membangun keluarganya sendiri, tidak jarang orangtua bingung memposisikan dirinya. Berbagai pertanyaan seputar bagaimana cara membangun hubungan dengan anak dan menantu serta isu apa saja yang masih pantas untuk dibicarakan dengan anak dan kapan saat yang tepat untuk membicarakan isu-isu tersebut seringkali memenuhi benak orangtua. Tidak sedikit pula orangtua yang memiliki mixed feelings terhadap anaknya di masa ini, dimana mereka bangga dan senang terhadap pencapaian anaknya, namun di sisi lain orangtua juga merasa tersisihkan dan cemburu terhadap hubungan sang anak dengan menantunya.

Ketika anak telah dewasa dan memiliki keluarga sendiri, tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu hal terutama yang dapat dilakukan oleh orangtua bagi anak adalah memberikan kebebasan kepada anak untuk memutuskan berbagai isu terkait kehidupan pribadinya, walaupun mungkin jalan yang dipilihnya tidaklah sama dengan apa yang kita inginkan. Adakalanya anak tidak ingin menerima masukan dari orangtua, bila hal itu terjadi, orangtua perlu menghormati keinginan sang anak.

Namun di sisi lain, orangtua juga perlu terus berusaha membangun suatu konteks dimana baik anak maupun orangtua tetap terlibat dalam kehidupan satu sama lain. Hal itu dikarenakan, hubungan orangtua-anak serupa dengan pernikahan dimana hanya maut yang dapat memutuskan hubungan tersebut. Selain itu, seperti dalam pernikahan, hubungan orangtua-anak juga memiliki masa-masa sulit serta diwarnai dengan beberapa pertengkaran. Oleh karena itu, yang menjadi tujuan utama bukanlah melepaskan satu sama lain, melainkan menemukan cara untuk dapat terlibat dalam kehidupan satu sama lain tanpa saling mengontrol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*