Komunikasi Orangtua – Anak #Cara Mendidik Anak

Perkembangan kemampuan berbahasa anak sangat tergantung pada konteks sosialnya, terutama pada bentuk komunikasi yang diterimanya dari orangtua. Ketika berhadapan dengan anak yang masih bayi, orangtua berusaha untuk memaknai dan membangun percakapan dengan sang bayi. Mengingat kemampuan bayi masih sangat terbatas dalam menangkap komunikasi orang dewasa, sebaiknya orangtua membatasi panjang kalimatnya dan menggunakan strategi untuk menarik perhatiannya.

Bila anak sudah semakin bertambah usianya, tentu bentuk komunikasi orangtua juga perlu disesuaikan. Untuk itu, akan menguntungkan bila orangtua memahami dasar pengetahuan tentang tahap perkembangan anak. Ketidakmengertian tentang tahap perkembangan anak, dapat membuat orangtua berasumsi bahwa anak mengetahui hal-hal yang sesungguhnya belum ia pahami. Akibatnya, orangtua menggunakan kata-kata atau struktur kalimat yang tidak dipahami anak.

Hal lain yang perlu diingat oleh orangtua ketika berkomunikasi dengan anak adalah bahwa komunikasi verbal tidak dapat lepas dari komunikasi non-verbal. Contohnya, bila orangtua sedang kesal atau kecewa kepada anak, walalupun mungkin ia tidak mengatakan apa pun, namun anak akan dapat menangkap kekesalan ataupun kekecewaan orangtua melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, helaan napas, serta kualitas suara orangtua (tinggi rendahnya suara serta cepat lambatnya perkataan).

Oleh karena itu, marilah kita orangtua terus mengasah ketrampilan komunikasi kita dengan anak. Hal tersebut tidaklah sulit untuk dilakukan, hanya perlu diprioritaskan, sehingga kelak anak dapat menjadi manusia yang dapat berkomunikasi dengan baik kepada sesamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*