Menolong Anak Mencegah Atau Mengatasi Trauma #Konseling

ellen-mengatasi trauma anakSuatu kejadian yang tidak menyenangkan biasanya menjadi trauma bagi anak bila kejadian tersebut dipersepsikan anak sebagai kejadian yang tidak dapat dihindari ataupun diatasi, sehingga timbul perasaan tidak berdaya dan tidak ada harapan dalam diri anak. Trauma dapat dialami oleh manusia di segala umur, termasuk oleh janin yang masih di dalam kandungan. Kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan trauma pada anak cukup banyak, antara lain : jatuh, kecelakaan, di operasi, perpisahan orang tua, bencana alam, mengalami kekerasan, digigit binatang, menyaksikan kejadian yang mengerikan.

Namun demikian, tidak berarti hal-hal tersebut di atas pasti akan menimbulkan trauma pada anak, karena tingkat kerentanan terhadap trauma pada masing-masing anak berbeda-beda.  Biasanya anak yang menderita trauma menunjukkan satu atau beberapa dari gejala berikut : rewel, mudah menangis, pola bermain maupun pola makannya berubah, tubuh menjadi kurang seimbang, penurunan kemampuan yang dimiliki.

Bila anak sudah terlanjur trauma, yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah melindungi anak agar anak dapat menyembuhkan traumanya, dengan cara mengontrol ekspresi emosi orang tua agar tenang dan dapat mengurus anak dengan baik, sehingga tidak ada trauma baru yang timbul. Hal tersebut dikarenakan anak sangat dipengaruhi oleh kondisi emosi orang tua;  kondisi emosi orang tua dapat menular ke anak. Tapi bila trauma anak berkepanjangan, maka sangat disarankan untuk membawa anak ke psikolog atau konselor agar dapat ditangani secara profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*